Ujian bagi Pasukan Baret Merah

Indonesia US

All Hands,

Baru baru ini di Facebook telah muncul sebuah aksi 1 juta dukungan bua Kopassus terkait kasus penyerangan LP Cebongan Maret lalu, banyak pro kontra terjadi antara yang mendukung tindakan pasukan ini demi memberikan shock terapi bagi para pelaku premanisme dan memberikan rasa aman bagi masyarakat serta yang menyesalkan tindakan Baret merah yang tidak mengindahkan sisi kemanusiaan dan hukum. Kasus Cebongan terus bergulir tanpa akhir yang pasti, meski tim penyedik gabungan dari TNI AD sudah memberikan pernyataan siapa pelaku dan motif pembunuhan, namun seperti tak bisa di bendung kasus ini mulai memasuki ranah politik dan yang lebih tinggi lagi tercium aroma Konspirasi.

Lanjut membaca

Densus 88 vs Kopassus

counterteror

Ada persamaan menarik dari kedua pasukan elit ini, yakni sama2 memiliki kemampuan untuk memberantas terorisme, meski secara level keduanya tidak tepat untuk dibandingkan, Kopassus sebagai satuan elit militer lebih layak ditandingkan dengan Spetnaz Alpha Group, SAS ,Delta Force atau GIGN. Sedang Densus 88 sebagai satuan elit kepolisian mungkin bisa disetarakan sebagai SWAT atau SDU Hongkong. Yang menarik, sehingga mendorong ane untuk membuat artikel ini bukanlah masa kemampuan kedua Pasukan Khusus ini, tetapi latar belakang, alasan dan tujuan serta sejarah dibentuknya pasukan khusus ini.

Lanjut membaca

Pantsyr S-1 dan S-300, Kombinasi pas buat Arhanud TNI

GambarMina san,

Melihat perkembangan persenjataan yang terjadi disekitar RI dan aspek lain yang mengikuti seperti kebutuhan akan penting kekuatan pertahanan demi menjaga keamanan domestik dan menjaga keutuhan kedaulatan dari ancaman yang muncul karena perkembangan situasi yang dinamis. Menyusul kampanye modernisasi kekuatan militer RI sesuai pedoman Minimum Essential Forces (MEF), ketiga matra TNI pelan namun terarah sudah mulai menunjukan adanya perubahan dalam alutsista masing2. TNI AU sudah memiliki proyek pembelian T-50 GE, Airbus C295, SuperTucano, dan lainnya, TNI AD sedang menjajaki pembelian 8 unit AH 64 D Apache Longbow, 100 biji Leopard dan 50 IFV Marder, Rudal StarStreak, dll kemudian TNI AL masih berkutat dengan program penambahan KCR, Frigate, Kapal Selam, selain itu uji coba rudal Yakhont juga ikut menambah daya serang TNI AL.

Lanjut membaca

S.A.K.T.I – Upaya Modernisasi Personil TNI

SAKTI

klo Sering menonton film2 perang terbaru buatan Amerika, atau menyaksikan aksi pasukan USMC di Afghanistan, kita akan disuguhkan dengan penampilan pasukan militer AS yang memakai rompi/vest pelindung dengan beraneka peralatan taktis yang ditentengnya. Dengan rompi yang dirancang khusus untuk perang ini, maka perlindungan terhadap fisik prajurit bisa dimaksimalkan. Rompi semacam ini kemudian diadopsi oleh TNI dengan nama S.A.K.T.I (Sistem Angkut Kelengkapan Tempur Individu), proyek pengembangan SAKTI dipimpin oleh Kasi 2 Brigif Linud 17/ Kostrad, Mayor (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono. Rompi ini terbagi dalam dua bagian, Bagian pertama adalah Rompi Angkut Sakti (RAS) dan yang kedua adalah Rompi Balistik Sakti (RBS). Bentuk desain SAKTI untuk TNI AD, AL, dan AU berbeda, semua disesuikan dengan kebutuhan masing-masing matra.

Lanjut membaca

Selain membeli MBT Leopard, Pemerintah juga akan membeli Marder 1A3 dan Tank Pendukung?

Revo2

Muantab dah.. Setelah jalan panjang naik turun TNI AD untuk memiliki armada Main Battle Tank menemui titik cerah dengan disetujuinya pembelian 100 unit MBT Leopard 2A4, ternyata usaha peningkatan Alutsista angkatan darat kembali menuai berita yang mengejutkan. Sepertinya yang dilansir Blog Militer Beritahankam.blogspot.com, berikut petikannya :

Lanjut membaca

Selamat datang Tank Leopard dan Super Tucano

MBT-Leopard-2A6

All Hands,

Dari beberapa cuil alutsista modern yang dipesan Kementrian Pertahanan untuk memenuhi MEF (Minium Essential Forces) sehingga mampu bersaing dalam hal kualitas persenjataan di Asia Tenggara khususnya ,agar Balance of Power tetap terjaga. Selain Kapal Selam, alutsista lain yang yang sangat ditunggu2 yakni Main Battle Tank (MBT) buatan Jerman Leopard untuk TNI AD dan Pesawat COIN pengganti kuda liar OV-10 Bronco, EMB-314 Super Tucano buatan Embraer Brasil menurut pemberitaan terkini akan segera tiba di tanah air.

Lanjut membaca

Kapal Selam : alutsista yg sangat dibutuhkan

 KRI 401 Cakra KM

All hands,

Sebenarnya mau post artikel ini pas lagi rame – ramenya TNI mau beli Kapal Selam, dan akhirnya sudah diputuskan bahwa TNI memilih Kapal selam bikinan Korsel ChangBogo Type U-209 dari pada buatan Rusia, Killo Class. Nah, Proses pembelian kapal selam yang rumit ini memang bisa dikaitkan dengan masalah politis, Kapal selam merupakan alat militer yang sangat strategis dan memiliki efek yang cukup deterens bagi pemakainya. Melihat ketangguhan Kapal Salam, jelas tak sembarangan dalam membelinya, juga tak jarang ada pihak-pihak tertentu yang menghalangi suatu negara untuk tidak mudah memiliki kapal selama yang dinilai terlalu tangguh atau membahayakan kawasan.