Mengenal lebih dekat tentang Itasha, Itansha, Itachari

15_itasha

Minna..

Bila kita lagi jalan-jalan dimana saja pokoknya, trus ketemu atau ngeliat kendaraan yang dihiasi cutting stiker berukuran gede dan setelah diperhatikan ternyata bergambar karakter dari Kartun/Anime, Game, Tokusatsu, dll, itulah yang dinamakan dengan Itasha ,definsi ringannya berarti “painmobile” yang biasa dilakukan oleh para “Otaku” dengan mendekorasi bodi kendaraannya dengan karakter favoritnya.

Lanjut membaca

Kelebihan memakai standar Ulir/Segitiga di Sepeda

All hands,

Kembali mengupas tentang Sepeda :-) , Artikel yang sudah lama ingin ane publish ketika tubuh masih sehat, dan pencarian trek baru sudah ditemukan. Salah satu dari sekian banyak aksesoris sepeda adalah standart segitiga atau standart ulir, berawal dari sering mantengin pemakaian standart ini di forum-forum sepeda akhirnya kepincut juga, pada awalnya hanya niat beli buat nambah daya estetika, ketika sepeda tak terpakai. Keren liatnya klo sepeda di standar tengah bukan samping, tak berselang lama akhirnya ane mendapatkan ini item di toko tempat ane membeli sepeda dulu.

Lanjut membaca

BerSepeda sendiri jadi Bosen bila tidak rajin mencari Trek baru

 

 

All hands, bagi yang baru mulai menyukai kegiatan bersepeda seperti ane tentunya bila melewati rute bersepeda yang menarik akan semakin meningkatkan gairah dalam bersepeda dan secara perlahan hobi bersepeda akan semakin mendarah daging. Nah kebetulah trek-trek sepeda yang masih dalam radius 14 km an dari Rumah sudah dilalui semua, dan kalau terus-terusan diulang melewati rute yang sama, kegiatan bersepeda bakal menemukan titik bosan.. yap, bersepeda bukan hanya untuk berolah raga, melainkan refreshing menikmati setiap rute yang dilalui dan pemandangan yang mengitarinya.

Untuk bisa mencoba rute yang lain dan lebih mengasyikan, ane harus membawa sepeda sedikit keluar kota dan itu bisa sangat menghabiskan energi, lebih parahnya saat pulang sangat bisa dipastikan ane gak akan kuat sampai ke rumah, mengingat jaraknya yang mungkin bisa menyentuh 30 km an, untuk itu agar lebih nyaman dalam mencari dan menikmati rute atau trek bersepeda yang berbeda diperlukan kendaraan pengangkut roda empat :-) . Bagi yang sudah bergabung dengan komunitas sepeda yang rutin berpergian mencari trek baru mungkin tidak masalah karena biasanya tersedia ,atau ada anggota komunitas yang memiliki kendaraan pengangkut.

Klo ada mobil sendiri, dijamin gak repot lagi..

Nah, bagi ane yang masih bersepeda sendirian dan belum memiliki kendaraan pendukung ,sementara harus mencari cara lain agar bersepeda tetap menyenangkan. Akan sangat membantu bila bersepeda jauh sampai keluar kota dan sampai di tempat tujuan, saat pulang sudah ada yang menjemput mengangkut sepeda dan orangnya pulang kerumah.. sangat2 diperlukan ketika energi tak kuat lagi mengayuh sepeda untuk kembali ke rumah. Klo sudah punya mobil sendiri ga bingung dah untuk urusan angkut menangkut sepeda :-) , walau begitu tergantung dari diri sendiri gimana untuk membuat kegiatan bersepeda menyenangkan dengan segala keterbatasan..

Tips ringan mencuci sepeda

Well, setelah sepeda ane dengan sukses menerabas medan berkotor ria, walhasil kotoran, debu dan lumpur nemplok dimana-mana. biar tampang dan keawetan terjaga sepeda juga perlu dicuci bukan, tapi sepertinya nyucinya gak kayak sepeda motor yang bisa ditempat cucian. karena ada beberapa bagian yang anti disemprot air bertekanan tinggi. Akhirnya dari pada salah nyuci, ane pun browsing cara mencuci sepeda yang bener, kemudian ane telaah tiap cara dan disimpulkan lebih ringkas.

  1. Ada baiknya sebelum mencuci, lepas semua aksesoris distang agar bisa dibersihkan secara terpisah.
  2. Posisikan/Berdirikan Sepeda dengan baik  agar kita bisa nyaman mencucinya.
  3. Gunakan Air sabun yang aman untuk mencucinya,  bersihkan tiap bagian (rantai, gir, pedal, rear derailleur, frame, roda) dengan kuas, sikat dan lap secara perlahan-lahan.
  4. Hindari Penyemprotan langsung air keseluruh bodi sepeda, Karena dikhawatirkan air akan turut masuk ke laker dan gear, dimana nantinya justru akan membuat karat di dalamnya.
  5. Gunakan cairan khusus untuk menghilangkan kotoran yang susah dibuang. misal menggunakan WD-40. Bersihkan kotoran pada as roda, hub dan keseluruhan roda termasuk jari-jari roda
  6. Cek dan bersihkan sistem roda dan pengereman dengan teliti.
  7. Lumasi bagian-bagian sepeda yang memerlukan pelumasan, jangan gunakan oli bekas, gunakan pelumas yang khusus untuk rantai, banyak dijual untuk roda 2.
  8. Setelah selesai mencuci semua, gunakan pelapis body (misal Kit) agar cat mengkilap dan menjaga warna tidak mudah pudar.
  9. Semir Ban untuk mempercantik ban sepeda kita, ingat yang disemir adalah dinding sepeda bukan tapaknya.
  10. Setelah selesai semua, jangan disimpan ditempat terbuka dibawah terik matahari. lebih baik simpan dalam garasi yang teduh. Bersihkan kotoran pada as roda, Gunakanlah standar yang khusus jangan di senderkan pada dinding atau tembok karena gampang jatuh yang bisa berakibat merusak sepeda Selain itu ada juga standar sepeda yang menggunakan display stand yang di taruh di lantai dan ini biasanya di tempelkan pada roda belakang sehingga roda belakang sedikit naik tidak menyentuh lantai. Ada juga rak sepeda yang bisa menampung beberapa sepeda sekaligus.

Impressi naik sepeda setelah 5 Tahun tak bersepda lagi

Well, akhirnya pada hari minggu kemarin ane menyempatkan untuk menikmati sepeda yang baru ane beli seminggu yang lalu, karena dihari biasa tak waktu ya hari apa lagi selain hari Minggu. Sekedar informasi, ane sudah tidak pernah naik sepeda lagi semenjak sepeda satu satunya hilang di gondol maling saat ane masih kelas 2 SMA. Nah saat mencoba sepeda teman pun ane masih kaku mengendarainya, niatan membeli sepeda terjadi karena ternyata makin kesini sepeda kembali digandrungi, terutama setelah ada komunitas bike to work dan sepeda bermerk yang tak lagi dianggap barang mewah dalam artian sudah bisa terjangkau banyak orang. Terkompori pula oleh teman ane yang membeli sepeda MTB, jadinya ane ambil tabungan trus dan.. sepeda baru pun mejeng dirumah.

Heist PEGASUS, my sepeda heist 2.0

Kembali ke menikmati sepedanya, setelah hari yang pas ditentukan ane pun memilih rute yang cocok buat mengawali bersepeda, rute datar yang banyak, sedikit tanjakan dan sedikit turunan.. pas dah, biar gak terlalu capai. jarak yang ditempuh ± 10 km. persiapan ala kadarnya, sampai minuman pun gak disediakan.. karena bangun terlambat dan waktu sudah agak pagian gak pake lama ane langsung mengayuh sepeda, kenikmatan awal ane saat menggowes adalah ane bisa memandangi lingkungan dan kegiatan masyarakat dengan lebih seksama, klo pake motor pasti pandangan fokus ke berkendara. jadinya yah benar2 terasa membaur dengan kegiatan masyarakat. terus mengayuh dan mengayuh memasuki jalan raya yang untungnya masih sedikit kendaraan yang melintas kecuali di pasar-pasar tradisional yang pasti rame banget. nah pas menemukan tanjakan pertama, masih kaku untuk menemukan gigi yang pas untuk menanjak, bolak balik shifting untuk mendapat setelan yang pas dan gak nyampe semenit tanjakan pendek dah terlewati. impressi yang kedua ini yakni Olahraga ! , ane yang jarang berolahraga akhirnya menikmati aliran deras keringat. sungguh nikmat dah, awalnya untuk menaklukan tanjakan paha ane terasa pegel banget tapi ketika dirute didatar kembali normal..

Karena haus ane segera mampir ke mini market, nyari minuman isotonik trus lanjutkan perjalanan, selama perjalanan ane banyak menemui pesepeda juga.. keliatannya lebih asyik kalo bersepeda dengan banyak orang ,nah kenikmatan selanjutnya adalah merelaksasi tubuh jadi tubuh terasa lebih bugar dari biasanya, terus dapat menghilangkan kejenuhan dan menyegarkan kembali pikiran ketika pas melalui jalan penuh pemandangan dan hamparan sawah yang hijau, mantab dah. setelah menempuh jarak yang lumayan, akhirnya jalan menurun pun didepan mata, wuuzz sepeda melesat dengan kecepatan lumayan sampe menyalip kendaraan bermotor didepan, karena jalan menurun ini tidak mulus alias berpori-pori terpaksa deh direm dan meliak liuk, padahal dijalanin ini hamparan sawah sangat enak untuk dinikmati.. setelah turunan ane pun harus menaklukan tanjakan tajam terakhir, awalnya gak begitu yakin kuat tapi setelah membaca teknik menaklukan tanjakan akhirnya ane berhasil melewatinya.. dan gak lama kemudian sampai ke rumah dan berisap untuk sarapan pagi, oh ya satu satunya hal yang gak nyamana adalah celana, ane gak make celanan khusus sepeda tapi celana basket ! agak mengganggu kenikmatan saat ngegowes ,overall sangat2 mantab, bersepeda memang menyenangkan..

Perbedaan pentil ban sepeda Presta dan Schrader

Berhubung baru memiliki sepeda, tak ada salahnya untuk lebih mendalami ilmu tentang sepeda, salah satunya tentang ban sepeda terutama pentilnya. berikut informasinya :

Perbedaan pentil sepeda

Tentu anda pernah mengingat bahwa pentil sepeda pada 25 tahun lalu bukan berbentuk seperti pentil sekarang ini. Bentuk pentil sepeda model lama lebih repot, mengunakan karet yang disusupkan kedalam lubang pentil ban sepeda. Ketika ban di isi dengan angin, maka karet akan membiarkan udara masuk, sekaligus menjaga angin dari dalam ban agar tidak keluar. Repotnya karet kecil yang digunakan sebagai katup menjadi usang seiring waktu. Tetapi itu jenis pentil ban sepeda dahulu, alias pentil jadul. Sekarang sudah berubah, umumnya ada 2 pentil sepeda yang digunakan untuk sepeda modern saat ini (diluar model ban tubeless).

Pentil ban dalam sepeda ada 2 versi yang umum digunakan di Indonesia. Paling banyak adalah pentil Presta, ukuran kepala kecil dan Pentil Schader dengan ukuran kepala besar. Perbedaan antara pentil sepeda kecil dan besar, memerlukan tip dan trik ketika memompa ban sepeda. Tidak heran beberapa penguna sepeda sempat bingung ketika pertama kali memompa ban sepeda dengan pentil kecil. Ketika sepeda baru digunakan, terkadang lupa model pentil yang dipakai. Ketika ban mulai kempes dan ingin mengisi angin, barulah si pemilik sepeda sadar dan bingung “loh pentil ban sepedanya berbeda dari pentil motor”. Walaupun mulai bertanya kesana sini, akhirnya mengerti cara memasang pompa pada pentil kecil. Tetapi angin dari pompa tidak bisa masuk ke ban. Padahal ada cara teknik khusus untuk memompa ban dengan pentil kecil.

Dibawah ini informasi lebih lanjut tentang perbedaan dari pentil ban sepeda di Indonesia. Dan cara pemasangan adaptor untuk pentil kecil dengan pompa pentil besar

Ada 2 jenis pentil sepeda secara umum, Yaitu pentil versi Presta umumnya digunakan di Eropa memang dirancang khusus untuk ban sepeda, dan satu lagi tipe Schrader disebut juga ANSI mengikuti standar Amerika. Gambar dibawah ini adalah bentuk dari pentil sepeda besar dan kecil atau dikenal dengan Presta dan Schrader.

Keterangan jenis pentil ban dalam sepeda.

  1. Pentil jenis Schrader sama seperti pentil yang digunakan untuk kendaraan bermotor. Bahkan format Scharder digunakan juga untuk katup bagi shockbraker air / angin. Mengunakan sistem per sebagai penahan angin pada katup. Pentil jenis Schrader atau pentil besar umumnya lebih mudah kempes, dan ban sepeda harus di pompa kembali secara berkala. Keuntungan, banyak dipakai karena dirancang untuk kendaraan bermotor. Pentil Schrader umumnya baik digunakan untuk rim atau velg sepeda berukuran lebar seperti velg motor dan mobil. Tetapi sudah banyak digunakan untuk ban sepeda.  Keunggulan dari pentil Schader, ketika mengisi angin. Hanya sedikit angin yang keluar dari pentil, dan tekanan pada per akan dilakukan oleh katup pompa.
  2. Pentil sepeda Presta. Pentil ini memanfaatkan sistem tekanan angin sendiri pada valve dan dirancang khusus sebagai pentil sepeda. Katup atau valve pentil akan terangkat dan tertutup ketika tekanan ban. Selisih antara tekanan udara luar dan dalam membuat valve pada pentil terbuka dan tertutup. Untuk mengunci, pentil Presta tidak mengunakan per. Tetapi mengunakan sistem baut untuk menutup ban secara manual agar katup tertutup lebih kuat. Kelemahan pada Presta, ketika ingin mengisi ban dalam setidaknya harus ada angin yang keluar dari ban. Karena tidak mengunakan per dan pentil harus ditekan sebelum memasukan angin kedalam ban. Keuntungan, lebih nyaman pada velg atau rim sepeda berdinding sempit / langsing.

Bagaimana cara memompa ban sepeda pentil kecil atau jenis Presta

  1. Buka tutup pentil ban
  2. Buka bagian baut atas seperti gambar dibawah ini dan putar pengunci pentil berlawanan arah jarum jam.
  3. Putar baut sampai naik keatas
  4. Lalu tekan bagian tutup baut tersebut sedikit saja sampai terdengar udara keluar. (Untuk menurunkan katup pentil sehingga terbuka)
  5. Masukan mulut pompa Presta (posisi tidak terkunci
  6. Tekan pengunci mulut pompa, ban siap diisi dengan pompa.

Source : http://www.goesbike.com/articles/573/1/Perbedaan-pentil-ban-sepeda-Presta-dan-Schrader/Page1.html

Akhirnya membeli sepeda juga

Polygon Heist 2. 0 2011

Polygon Heist 2. 0 2011

Akhirnya kecapaian juga membeli sepeda, setelah bersabar hampir sebulan lamanya. secara tak sengaja ane mampir ke toko sepeda buat ngecek sepeda polygon heist 3.0 ( yg bikin ane kepincut dan ada rencan ngredit karena harganya yang ga terjangkau) eh malah nemu penampakan 1 unit polygon heist 2.o warna putih, benar2 keren  dan elegan. dan menurut penjualnya ini sepeda satu satunya dan banyak yang tertarik. dari pada gak kebagian ane langsung aj kredit nih sepeda, maklum duit masih kurang. dan nunggu proses kredit selesai, sore harinya ane sambangin lagi buat ngasih DP , karena akhirnya membeli secara tunai, makasih buat sahabat ane yang bersedia meminjamkan uangnya :-) .

Pas nyampe toko eh malah tu sepeda udah kebeli ama seorang Ibu buat anaknya.. dan alhmdulilah ternyata toko masih punya 1stok, buru2 deh ane pesan dan kasih DP biar sepeda gak dibeli orang lain :-D . mumpung sepeda ada dari pada gak bisa tidur ntar.. dan besok siangnya ane lunasin sisa pembayarannya, trus minta dikirim kerumah. bersyukur banget dah dapat sepeda elegan.

Padahal niatnya ane cuma kepngin Heist 1.0 yang lebih murah, karena sepedanya hanya buat keliling kota dan kalo ada keperluan ke warung , jadi bukan sebuah hobi. dan memang membeli sepeda bukan tujuan ane sebenarnya, tujuan awal membeli sebuah kamera DSLR sedikit pupus karena sang barang sulit didapatkan, dari pada duit abis ditabung, mending ane investasikan ke sepeda. dan akhirnya juga, sejarah tercipta karena ane membeli sepeda terakhir tahun 1997 saat kelas 4 SD hasil tukar tambah sepeda mini nyokap. ane sendiri sudah lama tidak bersepeda sekitar 6 tahunan, terakhir nyepeda pas kelas 2 SMA sebelum sepeda pinjaman Pak dhe hilang.. :-( .

daan.. Sejarah bisa terwujud di bulan oktober 2011. saatnya menikmati masa2 dulu dengan bersepeda ria..