
Hadeuuh.. udah lumrah klo kesadaran berkendara di Republik ini kurang bangets, sekali lagi ane disuguhi attitude berkendara yang amat sangat familier. Pemandangan ini terjadi ketika hari minggu kemaren, ane tengah dalam posisi menuju Pekalongan guna menghadiri temen kerja yang nikahan. Seperti biasa rutenya melalui perfektur Purbalingga, ketika sedang melelawati jalan raya Bojongsari, wilayah yang populer dengan wisata air Owabong. Ane disuguhi pengendara motor yang bercengkerama diatas motornya, sambil jalan pelan, posisi ditengah tengah, manuvernya kek layangan nunggu komando, Setiap hari klo berkendara tentu ada jenis pengendara macam ini, udah dimaklumi dan biasanya hanya berjumlah 1 – 2 motor, sayangnya yang barusan ane alamin di rute tersebut “oknum” pemotornya berjumlah puluhan dengan jarak motor satu dg yang lain berimpitan, kek konvoi irregular style, alias sembarangan. Kebanyakan pemotor memakai metik berboncengan dengan pacarnya, terlihat terlalu asyik mengobrol kek dicafe-cafe ,well jadilah jalanan disulap kayak cafe, bedanya pengunjung cafenya tetep naik motor.
Lanjut membaca →