Sekilas tentang Fotografi Minimalis

502 contoh minimalist photograph

Ada beberap jenis aliran fotografi, salah satu nya adalah Fotografi Minimalis(Minimalist Photography) .Konsep dasar tentang Fotografi minimalis hampi mirip dengan konsep Desain minimalis, yakni mengesampingkan hal-hal yang dirasa tidak perlu untuk menggaris bawahi esensi dari sebuah karya, dan membiarkan sebuah karya untuk menjelaskan maknanya sendiri. Fotografi minimalis Mengacu pada pemotretan yang “menolak” kekayaan tekstur, kerumitan warna dan tumpang tindih sebuah bidang.

Lanjut membaca

Hidup musti Sabar

Sesuai judulnya, sedikit curhatan akan sebagian kehidupan yang ane alamin. semenjak ane menyukai hobi fotografi ane memutuskan untuk menabung sedikit demi sedikit dan memutar otak gimana bisa membeli sebuah kamera SLR. Observasi dan mencari-mencari jenis kamera SLR yang terjangkau dan performanya bagus buat pemula, analisa sana sini akhirnya diputuskan untuk meminang nikon D3100, dari awalnya menargetkan Canon 1100. ada sesuatu hal terkait dengan materialnya yang kemudian ane berpindah ke nikon. target sudah diputuskan, trus hunting kamera dikota ane dan hasilnya dapat dengan harga murah meriah disebuah toko syangnya duit ane waktu itu masih belum cukup dan sang penjaga toko mewanti/mengingatkan bahwa sang kamera tinggal satu satunya dan mungkin besok atau nanti malam akan habis terbeli. akhirnya diurungkan sampai duit cukup, kembali 1 bulan kemudian barang sudah tidak ada dan sulit readystock, ke toko lain pun sama. mo nyari di kota lain, males takutnya juga senasib. yah, sementara masih pake kamera ap adanya dan pinjam SLR kantor bokap.

Most Wanted

nikon-d3100-1 

kecewa  karena hobi fotografi terdapat ganjalan yang masih diperjuangkan untuk diatasi, ane menilik sebuah hobi lain yakni sepeda !, keliahatannya sepeda makin populer sebagai saran transportasi jalan jalan sore dan olahraga dikota ane. observasi, analisis, dan browsing tentang sepeda yang murah dan cocok dipake, gak pake lama keluarlah polygon heist 1.0 sebagai hasil akhir. telepon ke semua toko sepeda terkenal dikota ane dan hasilnya ,Nihil !. barang habis dan tidak tahu pasti kapan datangnya. sungguh mubazir waktu menunggu sesuatu yang belum pasti datangnya, akhirnya mencari sepeda lain walau harus menabung lagi. nah itulah, kita menemukan barang yang diinginkan saat tidak sengaja mencari, dan gagal menemukan barang saat sengaja dicari. beruntung memang sangat diperlukan, terlebih lagi kesabaran..

Most Wanted

heist-keren-kecil

Prinsip dan Cara Kerja Kamera Digital

Kamera Digital

Sebelum menggunakan kamera digital kita harus mengetahui jenis dan fungsi dari komponen kamera tersebut. Jenis kamera digital yang kita bahas adalah Kamera Saku (Point and Shoot Camera) dan Kamera Digital SLR (Single Lens Reflex).

Jenis Jenis Kamera Digital :

Kamera Saku (Point and Shoot Camera)

Kamera Point and Shoot Camera paling banyak digunakan orang karena mudah pemakaiannya dan relatif murah. Kamera ini dirancang untuk mereka yang kurang menyukai kontrol manual atau kata lain serba otomatis. Kamera ini mempunyai fasilitas yang menarik antara lain.
1. Optical zoom
Yaitu fasilitas pembesaran gambar yang dilakukan dengan kombinasi reposisi lensa.
2. Digital zoom
Yaitu failitas pembesaran gambar yang dilakukan secara digital. Proses ini sebenarnya hanya berupa proses crooping dan pembesaran menggunakan software internal kamera. Zoom ini mengakibatkan gambar menjadi kabur (blur).
3. Resolusi sampai dengan 3,1 mega piksel.
Media bidik bisa berupa lensa konvensional. LCD, atau merupakan kombinasi keduanya

 

Kamera Digital Semi Profesional

Kamera jenis ini memiliki banyak sebutan, antara lain prosumer camera dan advance digital camera. Pemberian nama tersebut berkaitan dengan fungsi dan target pasarnya yang unik. Kamera ini dirancang untuk mereka yang ingin disulitkan oleh pengaturan diafragma dan segala pernik teknik fotografi.
Dengan kamera ini mereka bisa mengatur jarak secara manual dan mode zooming atau bahkan fasilitas macro yang sangat membantu dalam memperoleh kualitas gambar dan efek yang diinginkan. Secara umum kelebihan kamera digital kelas ini adalah pada standar lensa yang digunakan, yakni lensa 35 mm.
Lensa ini mirip lensa standar pada kamera SLR analog, namun dengan desain khusus yang disesuaikan dengan karakter kamera digital. Kelebihan teknis lainnya adalah adanya kendali manual dan otomatis pada fokus, diafragma, dan kecepatan pembukaan lensa. Resolusi kamera kelas ini adalah antara 3,1 megapiksel sampai dengan 5,1 megapiksel. Adanya tawaran fasilitas yang cukup lengkap membuat kamera ini sangat diminati, sekaligus menjadi yang paling populer di antara semua kelas kamera digital.

 

Kamera Digital SLR (Single Lens Reflex)

Resolusi terendah yang dimiliki kamera digital SLR (Single Lens Reflex) adalah 5,1 megapiksel. Seperti halnya pada kamera SLR analog, kamera digital SLR juga memiliki kualitas gambar terbaik karena menggunakan lensa optik dan sistem kendali manual. Selain kendali yang diberikan secara manual, kamera ini juga memiliki sistem kendali otomatis yang dibantu oleh mikro prosesor yang cukup canggih.
Kamera digital bertipe SLR ini, seperti halnya kamera SLR analog, juga menggunakan lensa yang bisa dilepas dan diganti dengan lensa berdiameter lebih besar atau lebih kecil sesuai kebutuhan. Selain itu, penempatan tombol dan fungsi dasar kedua kamera digital ini tidak banyak berbeda. Komponen dasar kamera ini bisa dilihat pada gambar. Ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kamera digital SLR, yaitu lensa dan blitz.

 

Komponen Kamera Digital

Lensa

Lensa adalah media penyaring pertama pada saat kita memindai gambar untuk disimpan. Karena itu pengetahuan dasar tentang lensa kamera digital sangat perlu. Lensa kamera saat ini didiesain menggunakan komputer untuk meningkatkan akurasi. Untuk menambah ketajaman lensa, pada lensa ini dilapisi cairan kimia tertentu. Berikut ini beberapa jenis lensa yang digunakan pada kamera digital SLR:

1. Lensa Standar

Lensa standar adalah lensa yang menjadi komponen standar kamera. Ukurannya 50 mm. Karakter lensa ini adalah memberikan bidikan natural. Lensa ini cocok untuk pemotretan jarak sedang.

2. Lensa Wide Angle (sudut Lebar)

Lensa wide angle adalah lensa yang digunakan untuk menangkap objek yang luas dalam medan bidik yang terbatas. Karakter lensa ini adalah dapat membuat objek lebih kecil dari pada ukuran sebenarnya. Ukuran lensa ini beragam, antara lain : 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
Disamping itu ada juga lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa lensa ini disebut fish eye lens.

3. Lensa Tele

Lensa tele merupakan kebalikan dari lensa wide angle. Lensa tele berfungsi untuk mendekatkan objek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa dengan ukuran 70 mm ke atas. Fungsi lain dari lensa tele adalah untuk melakukan croping dan memfokuskan diri pada objek tertentu dan mengaburkan objek di sekitarnya.

4. Lensa Zoom

Lensa zoom merupakan gabungan ketiga jenis di atas. yaitu lensa standar, lensa wide angle, dan lensa tele. Ukuran lensa bukanlah ukuran yang fixed, melainkan bersifat range lensa tertentu, misalnya 80 – 200 mm. Lensa jenis ini merupakan lensa yang paling banyak digunakan karena memiliki karakter yang fleksibel dan range lensanya cukup lebar. Dengan demikian, apabila ingin menggunakan lensa ukuran tertentu pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai kebutuhan.

5. Lensa Makro

 

Lensa makro biasanya digunakan untuk membidik objek kecil. Pada kamera digital ini, pembesaran skala makro dilakukan secara digital dan tidak dilakukan secara optis.
Semua jenis lensa tersebut memiliki karakteristik yang sama, yaitu semakin kecil ukuran lensa, semakin lebar sudut yang bisa dijangkau oleh kamera.
Perangkat Pembidik

Pembidik Kamera

Perangkat pembidik kamera adalah jendela kecil untuk melihat komposisi gambar yang akan dipotret untuk melihat komposisi gambar yang akan dipotret. Satu hal yang penting dalam perangkat pembidik ini, yaitu akurasi. Setiap jenis perangkat pembidik mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pada kamera digital, ada tiga jenis perangkat pembidik yaitu :

1. Pembidik Optik Paralel

Pembidik optik paralel ini sama dengan pembidik yang dimiliki oleh kamera saku analog. Lensa diletakkan paralel dengan lensa pemindai gambar. Lensa ini memiliki tingkat akurasi tersebut tidak saling berhubungan. Pembidik optik paralel bisa dilihat pada gambar.

2. Pembidik LCD (Liquid Crystal Display)

Pembidik LCD ini berupa layar monitor kecil dibagian belakang kamera digital.
Pembidik ini memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan pembidik optik karena gambar yang tampil direfleksikan dari lensa kamera. Kelemahan pembidik LCD adalah waktu tunda (delay). Waktu tunda ini sering mengganggu saat pengambilan foto utnuk keperluan dokumentasi yang memerlukan momen tepat saat pengambilan gambar. Pembidik LCD bisa dilihat pada gambar.

3. Pembidik Optik TTI

Pembidik optik TTI (Through Dither lens) merupakan pembidik yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi karena pembidik tipe ini mengambil gambar langsung dari lensa kamera menggunakan prisma pemantul objek. Pembidik tipe ini hanya dimiliki oleh kamera SLR. Pembidik optik TTL bisa dilihat pada Gambar

Langkah Pemotretan :

Pada dasarnya semua kamera digital akan melakukan proses komposis; warna dan fokus secara otomatis. Mode fokus otomatis ini akan membantu anda berkonsentrasi pada objek, bukan pada kamera. Langkah-langkah pemotretan menggunakan kamera digital:

 

Aktifkan Kamera

Aktifkan kamera dan aturlah pada mode otomatis. Untuk menghemat baterai matikan pembidik lcd dan gunakan pernbidik optik yang tersedia.

Bidik Obyek yang Diinginkan

Lensa pembidik atau lcd akan menampilkan objek yang akan anda potret. Gunakan tombol zoom untuk memperoleh komposisi yang tepat. Jika pembidik mengalami bias atau tidak fokus, anda bisa memeriksa apakah kamera digital anda menyediakan pereduksi bias.

Fokus Otomatis

Tempatkan objek yang akan menjadi. Apabila gambar objek belum tajam, gunakan mode fokus otomatis. Skala ketajaman gambar tergantung pada jenis kamera yang anda gunakan. Untuk proses fokus otomatis lakukan saat anda menekan setengah tombol pembidik.

Bukaan Otomatis

Pada fotografi ada yang disebut bukaan lensa, yaitu lebarnya lensa pembidik yang akan terbuka untuk memindai gambar. Bukaan otomatis pada kamera digital dideteksi berdasarkan besarnya cahaya yang diterima oleh sensor. Setelah itu dapat ditentukan bukaan lensa optimal dengan cara menekan setengah tombol pembidik.
1. Posisi normal tombol bidik
2. Posisi setengah tekan pada tombol bidik

Blitz otomatis

Apabila cahaya yang masuk kurang , bukaan otomatis (autoexposure) akan mengaktifkan blitz secara otomatis. Dalam keadaan aktif lihat lampu indikator yang akan berkedip-kedip pada saat Anda menekan setengah tombol pembidik.

White balance otomatis

White balance adalah metode penyaringan pada saat proses konversi dari gradasi hitam putih ke gradasi warna. Metode secara otomatis menyesuaikan proporsi warna agar warna putih tetap tampil putih di foto.

Resolusi Gambar

Kamera digital memiliki resolusi standar yang bisa digunakan antara lain.
•256 x 256 piksel resolusi ini banyak dijumpai pada edisi awal kamera digital. Namun kualitas gambarnya tidak memenuhi standar cetak. Total piksel pada resolusi ini adalah 65.000 piksel.
•640 x480 piksel – resolusi ini adalah resolusi terendah untuk standar cetak kamera. Resolusi imbiasa digunakan untuk tampilan standar web baik digunakan pada homepage atau untuk saling berkirim melalui email. Total pada resolusi ini adalah 307.000 piksel.
•1216 x 912 piksel – resolusi ini adalah resolusi standar terendah dari megapiksel. Resolusi ini cukup bagus untuk dicetak dalam format standar. Total piksel pada resolusi ini adalah 1.109.000 piksel.
•1600 x 1200 piksel – resolusi ini memiliki jumlah piksei hampir 2.000.000 piksel. Dengan resolusi tersebut Anda bisa mencetak dengan ukuran 10R.
Resolusi kamera digital pada saat ini sudah melampaui 10.000.000 piksel.
Standar resolusi yang layak untuk ukuran cetak tertentu, "Kodak" mengeluarkan tabel rekomendasi resolusi minimum untuk cetak standar foto, seperti pada tabel di bawah ini.

 

sumber : kaskus.us

Canon EOS 1100D, Kamera SLR Idaman Ane

Tak bisa dipungkiri lagi klo canon EOS 1000D jadi kamera SLR pemula yang populer dan laris manis, dengan harga 4 jtan menjadikan kamera SLR termurah yang sudah mengakomodir bagi para fotografer pemula. namun sayang, kamera ini udah discontinue dan susah dicari , klopun ada harus berburu ke kota besar. Ane masih harus berjuang keras untuk meminang kamera SLR pemula ini, dan masih juga belum kesampaian :D .. minat pun beralih ke penerusnya Canon Eos 1100D.

Kini EOS 1100D dengan penyempurnaan di sana sini ditargetkan untuk mengambil alih tugas sang kakak sebagai kamera Canon ekonomis untuk pemula.

t3-1100d-back

Canon EOS 1100D punya desain yang mirip seperti pendahulunya, dengan ciri ukuran kompak dan material bodi yang terbuat dari plastik. Kamera ini hadir dengan sensor CMOS APS-C beresolusi 12 MP, telah didukung oleh prosesor Digic IV untuk mendukung fitur andalan yaitu kemampuan merekam video High Definition 1280 x 720 dengan 25 / 30 fps. Untuk mendukung kenyamanan dalam multimedia, Canon juga menyertakan HDMI port di kamera ini.

Meski ditujukan sebagai kamera termurah dan tidak secanggih kamera lain yang lebih mahal, tapi EOS 1100D sudah memiliki fitur dasar yang sangat mencukupi untuk ukuran kamera DSLR, seperti dipakainya 9 titik AF, kemampuan ISO hingga ISO 6400 dan kemampuan burst secepat 3 frame per detik. Tapi dari fitur-fitur yang dimilikinya, yang paling istimewa adalah dipakainya modul metering baru yang pertama diperkenalkan di EOS 7D dan EOS 60D yaitu 63-zone iFCL sensor, yang artinya Intelligent Focus, Color, and Luminance metering.

harganya pun lumayan terjangkau, sekitar 6 jutaan, plus lensa kit 18-55mm IS mark II. cocok lah buat pemula. harus lebih giat menabung… namun ane masih kepengin dg versi lawasnya si 1000D, karena harganya lebih ekonomis..

Fotografi, Bidang lain yang sedang saya suka

Fotografi

Fotografi ternyata mengasyikan, waktu remaja ane gak kepikiran buat beli camera, karena dalam mindset ane kamera pada saat itu termasuk barang yang lumayan menguras kantong. penyesalan ane gak punya kamera saat tidak ada satupun dokumentasi saat ane ikut kejuaraan Bela diri pencak silat, saat itu hanya sekali sesi pemotretan saat penyerahan piala juara umum. dan saat ditanyakan foto itu udah raib ntah kemana :(

sampai ane berhasil membeli smartphone berkamera, ane mulai lagi belajar bereksperiment dalam menghasilkan foto, kadang bagus dan kadang jelek. setelah mencoba utk mengambil foto objek dg jarak dekat ternyata gak maksimal dg kamera hp ane pun kepikiran buat meminang kamera Prosumer dan DSLR buat pemula. yah karena budget yg gak memadai serta keengganan dan kemalasan ane buat nabung, rencana kredit pun bergulir. namun kredit dibayang bayangi oleh seabrak problem yang nantinya timbul dan baca artikel ttg pembiayaan barang oleh leasing. jadinya dipending dlu sampai keadaan baik utk kredit ,syukur bisa cash :D .