Dulu HANSIP sekarang LINMAS

Logo & Perlengkapan Standar Linmas

Logo & Perlengkapan Standar Linmas

Identik dengan warna Hijau daun dan sebuah pentungan konvensional, kehadirannya biasanya menjadi trademark akan adanya sebuah hajatan warga atau ketika ada keramaian tertentu. salah satu aparat negara yang kehadirannya menyebar hingga ke pelosok desa ini, hingga sekarang masih belum sepenuhnya mendapat respect dan Salute semestinya di mata masyarakat umum. Aparat yang populer dengan sebutan Pertahanan Sipil (Hansip) meski sudah ter Rename menjadi Perlindungan Masyakarat (Linmas) dianggap masih dibawah aparat negara lainnya seperti TNI dan POLRI. Dimedia Televisi atau disetiap desa memang masih ditemukan aparat Hansip dengan style ala kadarnya, sederhana, tidak segagah dan se keren Militer atau Polisi. Kondisi demikian memanglah hal yang wajar, mengingat Personil Hansip umumnya diangkat secara SUKARELA dengan Honor SUKARELA pula, sehingga sebagai aparat SUKARELA jarang ada pemuda yang tertarik mengabdikan dirinya menjadi seorang Hansip. Namun pada kenyataannya, baik langsung atau tak langsung masyarakat, bangsa dan negara sangat merasakan manfaat akibat kiprah Hansip dilapangan. Sebagai aparat keamanan yang berada langsung hingga akar rumput, Hansip sangat-sangatlah dekat dengan masyarakat dan terkadang tenaganya kerap digunakan untuk membantu masyarakat yang memerlukan tentunya dengan semangat SUKARELA dan Bayaran SUKARELA pula. Mungkin dibenak seluruh personil Hansip di Dunia sangat mendambakan impian mereka dapat dianggap setara dengan PNS minimal terkait jumlah bayarannya. Kebanyakan profesi Hansip di desa-desa adalah sebagai profesi sampingan, mereka tentu telah memiliki sumber penghasilan dahulu sehingga prinsip SUKARELA dapat dijalankan dengan lancar.

Baca lebih lanjut

Menanti bangkitnya Skudron 41 dan 42 TNI AU

Gambar(TU-16 Badger, mantan penghuni utama skuadron 41)

Di masa kejayaan TNI AU, skuadron 41 dan 42 adalah sarangnya para mbaurekso udara, monster-monster angkasa yang ditakui diseluruh langit Asia tenggara. Rumah bagi skuadron pesawat pembom strategis, TU-16 Badger yang dimasa itu didatangkan demi meningkat taring dalam pergelaran Operasi Trikora membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Kerajaan Belanda. Seiring gonjang ganjing politik yang menyelebunginya, nasib dari para pembom Strategis ini berakhir tragis, umur tugasnya yang masih seusia jagung dipaksa dimatikan pada awal tahun 1970-an. Praktis setelah peristiwa muram ini, Angkatan Udara tak lagi memiliki monster udara yang sangat dibanggakan, kebijakan pemerintahan orde baru tak lagi memprioritaskan Angkatan Udara sebagai matra yang agresif dan ditakuti kawasan. Kini, dengan bergejolaknya perkembangan, situasi, konsi pertahanan dan keamanan di kawasan terkait semakin panasnya drama perlombaan senjata, gesekan perbatasan dan pelanggaran kedaulatan seperti membuka mata batin yang memaksa para petinggi Hankam Republik ini memikirkan kembali kenangan masa lampau ketika langit nusantara masih dijaga oleh sang monster udara.

Baca lebih lanjut

Pengalaman Pertama Mendaki Gunung Slamet

Gunung Slamet - Panoramio

Gunung Slamet – Panoramio

(Sebuah artikel lawas yang belum sempat terpublish.. )

Sudah ratusan tahun keluarga ane bermarkas dan mendirikan klan disebuah kota kecil yang bertengger di kaki Gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa, Slamet namanya. Setiap pagi atau saat cuaca cerah dan mengkilap, silouet keindahan dan kegungan gunung Slamet begitu mempesona siapa saja yang memandangnya, membuat temperatur kota dan masyarakat tetap stabil dalam suhu udara yang sejak, adem dan asri, sangat tepat sebagai kota hunian dan pendidikan. Gunung Slamet merupakan Gunung berapi aktif tertinggi kedua Setelah Gunung Semeru di Pulau Jawa, memiliki ketinggian 3.428 Mdpl dan berada pada poros yang dilingkari 5 Kabupaten  Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang.

Kembali ke mendaki, Meski terlahir di kaki gunung ini, ane sebelumnnya tak pernah berkeinginan untuk mendaki gunung Slamet, padahal banyak para pendaki dari berbagai penjuru tanah air bersemangat hadir untuk menaklukan ketinggiannya. Yah, mungkin memang mendaki bukanlah hobi ane, ketertarikan ane untuk menggapai puncak Slamet terwujud karena merasa tertantang dan penasaran dengan cerita teman yang sering kali mendaki Slamet. Pada 2011, niatan untuk mendaki gunung Slamet mencapai klimaks, sayang masalah manajemen waktu menjadi Obstacle nya. Hingga Tuhan memberikan jawaban pada awal Januari 2014 lalu tatkala Adik ane yang hobi mendaki, merespon keinginan ane dengan mengajak mendaki Gunung Slamet bersama team nya.

Baca lebih lanjut

The Book Wars, Jokowi vs Prabowo dalam dunia buku

url

Pertarungan memperebutkan kursi RI 1 pada gelaran Pemilu Presiden 2014 lebih sederhana karena hanya memunculkan 2 kandidatnya saja yakni Jokowi dan Prabowo. Meski begitu kesederhanaan ini membawa pula rasa dilematis dalam memilihnya, kedua calon sama-sama memiliki kekuatan yang berimbang untuk di pilih, sama-sama memiliki daya saing dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jauh sebelum keduanya diresmikan sebagai kandidat calon Presiden, pertempuran keduanya telah lama di mulai dalam wujud perang buku. Buku-buku tentang kedua calon banyak bertebaran di took buku, saling berjejeran dan saling berhadapan, hingga kini book wars ini masih terus berlangsung karena secara terjadwal selalu saja ada buku baru tentang kedua calon. Dalam hal kuantitas, pasukan buku Jokowi lebih mendominasi dengan aneka judul, cita rasa yang bervariasi, karena banyak diracik oleh penulis yang berbeda. Banyaknya buku biografi Jokowi terlihat sebagai sebuah fenomena, usaha untuk memenuhi kebutuhan pasar yang saat itu sedang booming Jokowi, timing emas yang tak disia siakan oleh penulis dan para pebisnis buku.

Baca lebih lanjut

Godzilla 2014, Kembali pada Fitrahnya.. tapi

Gambar

Kehadiran movie terbaru sang raja monster ini membawa ekpestasi tinggi dan rasa penasaran tentang bagaimana HoLlywood mengobati kekecewaan dari negara asal sang Monster, Jepang dan para fans yang mengganggap Godzilla (Gojira) tahun 1998 silam melenceng dari Godzilla originalnya. Kekecewaan Jepang ini tak main main, setahun kemudian pada 1999 Toho sebagai studio kelahiran Godzilla membuat movie versi tandingannya berjudul Godzilla 2000. Beberapa bulan sebelum perilisan, Teaser & poster Godzilla bertaburan membawa efek pancingan pada para penggemarnya, sebuah rasa penantian terhadap usaha hollywood untuk mengekplorasi dan mengeruk keuntungan dari kisah monster legendaris asal Jepang dengan tetap mematuhi koridor keasliannya. Sampai saat ini, sejak diciptakan pada tahun 1954 ada banyak versi yang menyelimuti asal usul kelahiran Godzilla, mulai dari akibat mutasi radioaktif hingga hewan purbakala yang masih hidup. Tetapi publik Jepang lebih menyukai tentang makna dibalik penciptaan Godzilla, yakni sebagai wujud peringatan, simbol atau refleksi pada tragedi Bom Atom Jepang yang menimbulkan kehancuran maha dasyhat di kota Nagasaki dan Hiroshima.

Baca lebih lanjut

Ketemu juga, Novel Dan Brown versi Indonesia

GambarKisah tentang dunia konspirasi memang selalu menarik minat banyak orang, apalagi bila kisah ini diramu sedemikian rupa dijadikan sebagai dasar sebuah cerita petualangan seru yang berusaha menguak tabir kebenaran yang penuh misteri. Novel tanah air yang mengangkat tema ini adalah The Jacatra Secret, buah tulisan dari Rizki Ridyasmara yang ditahun lalu dijadikan buah bibir didunia maya karena kisahnya yang jarang diangkat novelis lokal lain dan setting di Kota Jakarta nya yang memancing perhatian publik. Merasa penasaran, ane pun ikut ikutan hunting menemukan versi gratisannya alias ebook, entah karena menjadi best seller ato ramai diguncingkan di dunia maya, ebook The Jacatra Secret cukup cepat ane dapatkan meski ternyata ebook ini isinya hanya beberapa lembar saja :). Hasilnya cukup memikat, sehingga ane memutuskan ingin memilikinya sebagai salah satu koleksi pustaka, misi pencarian yang dimulai setahun silam berakhir setelah ane menemukannya tanpa sengaja. Karena tinggal satu satunya sebagai segeralah ane membawanya pulang. Dicover plastik novel tertempel stiker bertuliskan “Segera di Film kan”, yang sejak novelnya menjadi hits di dunia maya sampai sekarang kabar pemFilman novel ini tak pernah terdengar lagi.

Ukraina dalam genggaman Putin

19-the-legend-of-koizumi-vladimir-putin-1

Kelihaian seorang Putin

Nama Vladimir Putin terus mencuat semenjak keberhasilannya membawa negeri beruang merah meraih kebanggaannya dihadapan barat yang sempat terpuruk pasca bubarnya Uni Soviet. Pelan namun pasti Federasi Rusia dibawah Putin terus bermanuver untuk merebeut kembali hegemoni nya dari tangan Barat khususnya Uni Eropa. Setelah berhasil menunjukan kedigdayaannya pada Georgia 2008 silam, Putin kemudian merancang pembentukan blok tandingan Eropa, Eurasian Union dan mendukung habis habisan sekutu Arab satu satunya, Suriah. Impian Vladimir Putin untuk menyatukan seluruh negara eks Uni Soviet dilakukan dengan rencana dan taktik yang matang, sehingga tak terlalu memancing resiko terlalu besar yang dapat merusak Rusia seperti ancaman sanski dari Amerika dan Uni eropa. Terganggunya proses merangkul Ukraina melalui Presiden Yanukovich yang memilih pro Rusia tak membuat Putin patah arang, justru kesempatan ini dimanfaatkan dengan sebaik baiknya dan terkesan telah dipersiapkan sebelumnya. Usahanya membuahkan hasil dengan kembalinya Crime ke pangkuan Rusia, yang lagi lagi melalui kecerdikan Putin yang luar biasa. Militer Rusia terus diperkuat oleh Putin, meski sejatinya kekuatan fisik hanyalah alat bantu untuk mengamankan rencana putin untuk menciptakan permainan jangka panjang melalui Perundingan dan Upaya diplomatik yang diplot sebagai senjata peredam perlawanan Barat. Disisi lain, Eropa dan Amerika dibuat panik, gerah dan bermain tebak tebakan karena mereka belum memahami apa langkah putin selanjutnya.

Baca lebih lanjut