Mengenal OH-58D Kiowa Warrior, Helikopter Pengintai Ringan Terbaik

kiowawarrior_0

Sukses membaca habis karya sastra dari seorang novelis kondang Dan Brown berjudul DECEPTION POINT, gairah menulis keyboard yang sempat meredup akhirnya kembali juga. Dari berbagai informasi realistis yang luar biasa dari isi novel ini, dimana salah satu diantaranya adalah cinderama mata menarik bagi pembacanya, khususnya para penggemar dunia militerisme. Sebongkah peralatan militer canggih milik Pasukan khusus DELTA FORCE yakni Helikopter Kiowa Warrior. Bernama panjang, Bell OH-58 D Kiowa Warrior Armed reconnaissance Helicopter, merupakan versi nakal dan jahat dari keluarga helicopter sipil Bell 206. Helikopter ini sangat memiliki ciri khas yang unik, yakni adanya bola mirip ‘pentol kojek’ di atas poros baling-balingnya. Apabila versi baiknya, Bell 206 sukses secara komersial dan bahkan menjadi salah satu helicopter popular bagi keperluan sipil begitu pula Bell OH-58 yang terpilih oleh Angkatan Darat Amerika untuk didaulat sebagai mesin perang udaranya.

Baca lebih lanjut

Membangkitkan Keberuntungan dari Diri Sendiri

FreeGreatPicture.com-328-cartoon-characters

Kehidupan memang serba penuh misteri yang menebar rasa penasaran bagi siapa pun juga, bentuk kehidupan merata bagi seluruh makhluk, khususnya Manusia yang diberi kepercayaan oleh Tuhan sebagai makhluk paling sempurna dan tertinggi derajatnya. Kita sebagai manusia dimana pun dan kapan pun berada tentu mengalami berbagai cobaan dan rintangan ketika menjalani roda kehidupan, kadar, tingkat kesulitan, jenis dan waktunya diterima berbeda-beda oleh setiap manusia. Namun sering kali kita diberikan cobaan bertubi-tubi dan semakin cepat, sedangkan solusi berjalan lambat dari cobaan tersebut. Inilah mungkin yang disebut sebagai KESIALAN, Setiap Manusia yang hidup seolah memang diwajibkan Tuhan untuk mengalami masa Kesialan ini. Apa yang manusia rencanakan, dambakan, impikan belum tentu dapat terwujud dengan mudah, meskipun si Manusia telah berusaha sebaik mungkin sesuai kemampuannya. Kesialan tak diciptakan seorang diri saja, lawannya adalah KEBERUNTUNGAN, inilah yang banyak dan selalu dicari oleh seluruh Manusia di penjuru dunia. Dengan Keberuntungan, seolah Tuhan, Malaikat, Jin, dan alam semesta tengah berpihak kepada manusia tersebut, sehingga hal yang sukar, tidak mungkin menjadi terealisasi dengan lancarnya.

Baca lebih lanjut

Asymmetric warfare , Idol of the modern warfare at present

HALO

About Asymmetric War

Entering the current millenniums era , the world ‘s defense and strategy has entered a new phase , that is way or art of war which called by asymmetric warfare . The openness of the world’s public about the existence of asymmetric warfare is begin revealed and sticking when the world is crowded about War On Terror projects by United States , followed by political upheaval in the Middle East and North Africa as the Arab Spring movement successful devastated many countries . Asymmetric war is one other form of modern warfare that is multi-dimensional , covering the various layers of the life sector . A way to fight that is almost invisible to the perpetrator , weapon , goals and so on .

Non- conventional war or asymmetric ( Anti – Symmetric ) is one of the side opposite of conventional warfare or symmetrical . Asymmetric manner that doesn’t rely on full military power like war symmetrical . Symmetric and Asymmetric War sometimes complement each other or work together to win a battle in a fast tempo . Asymmetric warfare today has grown and developed into a phenomenon and popular method, its called SmartPower, this method is now a weapon for the giant capitalist country who want to conquering the target countries as the main alternative, but still using Symmetrical warfare or Hard Power for various reasons and considerations.

Baca lebih lanjut

Dulu HANSIP sekarang LINMAS

Logo & Perlengkapan Standar Linmas

Logo & Perlengkapan Standar Linmas

Identik dengan warna Hijau daun dan sebuah pentungan konvensional, kehadirannya biasanya menjadi trademark akan adanya sebuah hajatan warga atau ketika ada keramaian tertentu. salah satu aparat negara yang kehadirannya menyebar hingga ke pelosok desa ini, hingga sekarang masih belum sepenuhnya mendapat respect dan Salute semestinya di mata masyarakat umum. Aparat yang populer dengan sebutan Pertahanan Sipil (Hansip) meski sudah ter Rename menjadi Perlindungan Masyakarat (Linmas) dianggap masih dibawah aparat negara lainnya seperti TNI dan POLRI. Dimedia Televisi atau disetiap desa memang masih ditemukan aparat Hansip dengan style ala kadarnya, sederhana, tidak segagah dan se keren Militer atau Polisi. Kondisi demikian memanglah hal yang wajar, mengingat Personil Hansip umumnya diangkat secara SUKARELA dengan Honor SUKARELA pula, sehingga sebagai aparat SUKARELA jarang ada pemuda yang tertarik mengabdikan dirinya menjadi seorang Hansip. Namun pada kenyataannya, baik langsung atau tak langsung masyarakat, bangsa dan negara sangat merasakan manfaat akibat kiprah Hansip dilapangan. Sebagai aparat keamanan yang berada langsung hingga akar rumput, Hansip sangat-sangatlah dekat dengan masyarakat dan terkadang tenaganya kerap digunakan untuk membantu masyarakat yang memerlukan tentunya dengan semangat SUKARELA dan Bayaran SUKARELA pula. Mungkin dibenak seluruh personil Hansip di Dunia sangat mendambakan impian mereka dapat dianggap setara dengan PNS minimal terkait jumlah bayarannya. Kebanyakan profesi Hansip di desa-desa adalah sebagai profesi sampingan, mereka tentu telah memiliki sumber penghasilan dahulu sehingga prinsip SUKARELA dapat dijalankan dengan lancar.

Baca lebih lanjut

Menanti bangkitnya Skudron 41 dan 42 TNI AU

Gambar(TU-16 Badger, mantan penghuni utama skuadron 41)

Di masa kejayaan TNI AU, skuadron 41 dan 42 adalah sarangnya para mbaurekso udara, monster-monster angkasa yang ditakui diseluruh langit Asia tenggara. Rumah bagi skuadron pesawat pembom strategis, TU-16 Badger yang dimasa itu didatangkan demi meningkat taring dalam pergelaran Operasi Trikora membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Kerajaan Belanda. Seiring gonjang ganjing politik yang menyelebunginya, nasib dari para pembom Strategis ini berakhir tragis, umur tugasnya yang masih seusia jagung dipaksa dimatikan pada awal tahun 1970-an. Praktis setelah peristiwa muram ini, Angkatan Udara tak lagi memiliki monster udara yang sangat dibanggakan, kebijakan pemerintahan orde baru tak lagi memprioritaskan Angkatan Udara sebagai matra yang agresif dan ditakuti kawasan. Kini, dengan bergejolaknya perkembangan, situasi, konsi pertahanan dan keamanan di kawasan terkait semakin panasnya drama perlombaan senjata, gesekan perbatasan dan pelanggaran kedaulatan seperti membuka mata batin yang memaksa para petinggi Hankam Republik ini memikirkan kembali kenangan masa lampau ketika langit nusantara masih dijaga oleh sang monster udara.

Baca lebih lanjut

Pengalaman Pertama Mendaki Gunung Slamet

Gunung Slamet - Panoramio

Gunung Slamet – Panoramio

(Sebuah artikel lawas yang belum sempat terpublish.. )

Sudah ratusan tahun keluarga ane bermarkas dan mendirikan klan disebuah kota kecil yang bertengger di kaki Gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa, Slamet namanya. Setiap pagi atau saat cuaca cerah dan mengkilap, silouet keindahan dan kegungan gunung Slamet begitu mempesona siapa saja yang memandangnya, membuat temperatur kota dan masyarakat tetap stabil dalam suhu udara yang sejak, adem dan asri, sangat tepat sebagai kota hunian dan pendidikan. Gunung Slamet merupakan Gunung berapi aktif tertinggi kedua Setelah Gunung Semeru di Pulau Jawa, memiliki ketinggian 3.428 Mdpl dan berada pada poros yang dilingkari 5 Kabupaten  Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang.

Kembali ke mendaki, Meski terlahir di kaki gunung ini, ane sebelumnnya tak pernah berkeinginan untuk mendaki gunung Slamet, padahal banyak para pendaki dari berbagai penjuru tanah air bersemangat hadir untuk menaklukan ketinggiannya. Yah, mungkin memang mendaki bukanlah hobi ane, ketertarikan ane untuk menggapai puncak Slamet terwujud karena merasa tertantang dan penasaran dengan cerita teman yang sering kali mendaki Slamet. Pada 2011, niatan untuk mendaki gunung Slamet mencapai klimaks, sayang masalah manajemen waktu menjadi Obstacle nya. Hingga Tuhan memberikan jawaban pada awal Januari 2014 lalu tatkala Adik ane yang hobi mendaki, merespon keinginan ane dengan mengajak mendaki Gunung Slamet bersama team nya.

Baca lebih lanjut

The Book Wars, Jokowi vs Prabowo dalam dunia buku

url

Pertarungan memperebutkan kursi RI 1 pada gelaran Pemilu Presiden 2014 lebih sederhana karena hanya memunculkan 2 kandidatnya saja yakni Jokowi dan Prabowo. Meski begitu kesederhanaan ini membawa pula rasa dilematis dalam memilihnya, kedua calon sama-sama memiliki kekuatan yang berimbang untuk di pilih, sama-sama memiliki daya saing dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jauh sebelum keduanya diresmikan sebagai kandidat calon Presiden, pertempuran keduanya telah lama di mulai dalam wujud perang buku. Buku-buku tentang kedua calon banyak bertebaran di took buku, saling berjejeran dan saling berhadapan, hingga kini book wars ini masih terus berlangsung karena secara terjadwal selalu saja ada buku baru tentang kedua calon. Dalam hal kuantitas, pasukan buku Jokowi lebih mendominasi dengan aneka judul, cita rasa yang bervariasi, karena banyak diracik oleh penulis yang berbeda. Banyaknya buku biografi Jokowi terlihat sebagai sebuah fenomena, usaha untuk memenuhi kebutuhan pasar yang saat itu sedang booming Jokowi, timing emas yang tak disia siakan oleh penulis dan para pebisnis buku.

Baca lebih lanjut